Usaha Ternak Ikan Gurame

Usaha Ternak Ikan Gurame Ide Bisnis Cerdas Pangsa Pasar Luas

Posted on

Di Indonesia, usaha ternak ikan gurame ternyata memiliki peluang pasar yang sangat luas. Tertarik? Mari kita simak ulasannya pada artikel tinta bisnis berikut ini.

Data yang dikumpulkan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) pada tahun 2014 menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang paling produktif dalam produksi ikan gurame.

Indonesia tercatat memproduksi 96,1% ikan gurame secara global di dunia. Setelah itu, Indonesia tidak dapat lagi memenuhi permintaan lokal maupun ekspor.

Data tersebut menunjukkan, bahwa komoditas perikanan ini memiliki prospek bisnis menjanjikan mengingat permintaan konsumennya yang sangat tinggi.

Sejarah Ikan Gurame

Ikan gurame atau ospronemus gouramy adalah sejenis ikan air tawar yang populer sebagai ikan konsumsi di Asia Tenggara dan Asia Selatan.

Selain mengenalnya dengan nama gurami, ikan ini juga memiliki sebutan lokal seperti gurame, ikan kali, kalui, dan lain-lain.

Bahkan tak sedikit pula masyarakat yang memeliharanya di dalam akuarium karena memiliki nilai estetika yang tinggi.

Di alam liar ikan gurame hidup di sungai-sungai termasuk air payau, tetapi mereka lebih suka di perairan dangkal dengan banyak tumbuhan.

Terkadang, ikan ini muncul ke permukaan untuk mengambil napas langsung dari udara. Gurame awalnya tersebar di pulau-pulau besar seperti Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.

Namun, sekarang banyak orang yang memeliharanya sebagai ikan konsumsi di berbagai negara Asia, terutama di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Australia.

Perdagangan Global Ikan Gurame

Karena harga jualnya yang mahal, ikan gurame adalah salah satu jenis ikan air tawar yang bernilai ekonomi tinggi.

Untuk meningkatkan produksi ikan nasional, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berusaha untuk menambah balai benih ikan.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan ketahanan pangan, meningkatkan produksi ikan, dan memenuhi kebutuhan ekspor yang belum terpenuhi.

Selain itu, KKP juga menargetkan nilai produksi perikanan budidaya mencapai 250 triliun rupiah pada tahun 2024, atau meningkat sekitar 60% dari 153 Triliun Rupiah dari tahun 2020.

Para pembudidaya ikan air tawar, termasuk gurame, yang ingin meningkatkan skala produksinya pasti akan melihat hal ini sebagai prospek bisnis yang menguntungkan.

Menurut saintifik repositor IPB mengenai analisis finansial budidaya gurame menyebutkan bahwa:

“Ikan gurame mempunyai peluang pasar yang luas dan siginifikan dalam perdagangan ikan air tawar dalam negeri.”

Produksi ikan gurame meningkat 31,62% antara tahun 2018 hingga 2019 tetapi masih belum mencapai target.

Tingkat produksi sangat bergantung pada ketersediaan benih yang tinggi, sehingga perlu melakukan upaya dalam perbaikan metode pembenihan.

Faktor penting lainnya adalah dukungan terhadap peningkatan fasilitas dan sarana produksi juga harus memadai.

Namun demikian, untuk menentukan kelayakan usaha dan pengembangannya, diperlukan analisis kelayakan finansial.

Permintaan gurame tidak hanya datang dari Indonesia, tapi juga dari Amerika, Jepang, Singapura, Hongkong, dan banyak negara di Eropa.

Namun peluang ini masih belum maksimal karena sulitnya memperoleh pasokan unit gurame berkualitas tinggi secara stabil.

Dalam volume kecil, hanya pasar ekspor ke Malaysia yang sudah terimplementasi dengan baik melalui produsen gurame di Sumatera Barat.

Rendahnya produksi gurame di dalam negeri bukan terjadi karena minimnya lahan atau terbatasnya jenis gurame berkualitas.

Tetapi karena sebagian besar pembudidaya masih menggunakan metode pembesaran konvensional.

Sehingga, hal ini menyebabkan tingginya mortalitas dan rendahnya laju pertumbuhan.

Dan pada akhirnya, kontinitas produksi gurame pun sulit dipertahankan. Padahal dengan solusi pembudidayaan secara intensif, peternak bisa meraih keuntungan dari usaha ternak gurame.

Kelebihan Usaha Ternak Ikan Gurame

Usaha ternak ikan gurame memiliki peluang usaha yang menjanjikan dan menguntungkan.

Namun, berbicara jenis usaha apapun pasti ada kelebihan dan kekurangan. Berikut kelebihan usaha ternak ikan gurame yang harus Anda ketahui.

Harga Jual Tinggi

Usaha ternak ikan gurame dengan perawatan dan pemeliharaan intensif dapat menghasilkan harga jual yang sangat tinggi di pasaran.

Saat ini, ikan gurame siap konsumsi harganya berkisar antara Rp40.000 hingga Rp50.000 rupiah per kilogram dengan isi 2 ekor ikan gurame.

Sedangkan, untuk bobot 1 kilogram dengan isi 3 hingga 4 ikan gurame berkisar antara Rp40.000 hingga Rp45.000 rupiah.

Menariknya lagi, harga jual per 1 ikan gurame dengan bobot 2 hingga 5 kilogram bisa mencapai di atas angka tersebut.

Daya Tahan Tubuh Kuat

Pada umumnya, penyakit dan hama bisa menyerang ikan air tawar dengan mudah.

Namun, secara alamiah sistem kekebalan tubuh ikan gurame lebih kuat daripada spesies lainnya.

Agar ternak ikan gurame aman dari segala penyakit dan hama, penting untuk tetap menjaga kualitas kolam dan memberi pakan yang berkualitas.

Permintaan Pasar Tinggi dan Pemasaran Mudah

Ya, konsumsi ikan akan terus meningkat seiring dengan pola hidup masyarakat Indonesia yang lebih sehat.

Permintaan pasar terhadap ikan gurami semakin meningkat karena dagingnya yang tebal, enak dan empuk.

Inilah alasan mengapa banyak orang yang melirik budidaya ikan gurame.

Perawatan Mudah

Dengan intensif menjaga kebersihan kolam, temperatur suhu air, kadar air, pencegahan dan vaksinasi terhadap penyakit jenis ikan air tawar, maka budidaya ikan gurame bisa berjalan dengan baik.

Memiliki Kompetitor Sedikit

Tidak banyak orang yang melirik usaha ternak ikan gurame karena tergolong cukup berat dan lama.

Namun, kondisi ini tentu memberikan dampak positif bagi Anda yang ingin berbisnis di bidang ini.

Saingan atau kompetitor di pasaran pun tidak terlalu banyak. Meskipun antara satu daerah dengan daerah lainnya pasti tidak sama.

Kekurangan Usaha Ternak Ikan Gurame

Setelah mengetahui kelebihannya, dari segi karakteristik usaha ini juga memiliki kekurangan. Berikut beberapa kekurangan dari usaha ternak ikan gurame yang perlu Anda ketahui.

Panen Tergolong Lama

Peternak ikan gurame setidaknya harus menunggu 10 bulan hingga masa panen tiba.

Bahkan, jika ingin menuai hasil panen yang lebih maksimal, masa tunggunya bisa mencapai lebih dari 12 bulan.

Membutuhkan kesabaran bagi para peternak ikan gurame untuk mendapatkan keuntungan yang besar.

Dan proses panen ini tergolong lebih lama daripada jenis budidaya ikan air tawar lainnya.

Masa Pembesaran Relatif Lama

Dengan mengetahui pengetahuan lamanya masa panen, secara tidak langsung masa pembesarannya pun tergolong lama hingga mencapai lebih dari 12 bulan.

Membutuhkan keuletan dalam menjalani usaha ini agar hasil panen pun berkualitas.

Potensi Terkena Penyakit

Meskipun memiliki daya tahan tubuh alami yang kuat, bukan berarti ikan gurame tidak berpotensi terkena penyakit.

Apalagi ketika melakukan pemeliharaan dan perawatan terutama pada air kolam cenderung rendah.

Hal ini tentu akan mengakibatkan ikan gurame lebih mudah terserang penyakit.

Contoh seperti TBC, bintik putih, bercak merah, atau penyakit akibat serangan protozoa dan jamur.

Sebenarnya penyakit dalam 1 kolam sangat jarang terjadi, namun demikian perlu Anda ingat bahwa jenis ikan ini juga bisa terserang penyakit menular.

Demikianlah ulasan mengenai usaha ternak ikan gurame, sejarah, serta kelebihan dan kekurangannya. Apakah Anda tertarik untuk memulai bisnis ini? Share saran kalian di kolom komentar ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *